Materi Bimtek
Penyusunan Risk Register Rumah Sakit Berbasis Layanan dan Keuangan
Rumah sakit berstatus BLU/BLUD memiliki karakteristik operasional yang kompleks: layanan medis berjalan 24 jam, transaksi keuangan terjadi setiap saat, pengelolaan obat dan alat kesehatan membutuhkan ketelitian tinggi, serta administrasi klaim BPJS menuntut ketepatan dokumen. Kompleksitas ini menciptakan banyak titik rawan risiko yang apabila tidak dipetakan dengan baik akan berdampak pada mutu layanan dan akuntabilitas keuangan.
Salah satu instrumen paling efektif dalam pengawasan internal rumah sakit adalah risk register. Dokumen ini bukan sekadar daftar risiko, melainkan peta kendali yang membantu manajemen, SPI, dan seluruh unit kerja memahami potensi masalah sebelum terjadi.
Artikel ini membahas secara komprehensif cara menyusun risk register rumah sakit berbasis layanan dan keuangan, lengkap dengan contoh, tabel, dan strategi implementasinya di lingkungan RS BLUD.
Mengapa Rumah Sakit Wajib Memiliki Risk Register?
Banyak rumah sakit baru menyadari pentingnya manajemen risiko setelah terjadi:
-
Temuan audit berulang
-
Selisih stok obat
-
Klaim BPJS ditolak
-
Ketidaksesuaian belanja dengan RBA
-
Antrian pasien yang panjang akibat masalah administratif
Semua ini sebenarnya bisa dicegah apabila risiko sudah dipetakan sejak awal melalui risk register.
Risk register membantu menjawab pertanyaan penting:
-
Di bagian mana risiko paling besar?
-
Apa dampaknya terhadap layanan?
-
Siapa yang bertanggung jawab mengendalikan?
-
Bagaimana langkah pencegahannya?
Konsep Dasar Risk Register dalam Pengawasan Internal RS
Risk register adalah dokumen yang memuat:
-
Daftar risiko
-
Sumber risiko
-
Dampak risiko
-
Tingkat risiko
-
Strategi pengendalian
-
Penanggung jawab
Pendekatan ini selaras dengan pedoman pengendalian internal pemerintah oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan – https://www.bpkp.go.id yang menekankan pengawasan berbasis risiko.
Perbedaan Risk Register Berbasis Layanan dan Berbasis Keuangan
Di rumah sakit, risiko terbagi dalam dua domain besar:
| Berbasis Layanan | Berbasis Keuangan |
|---|---|
| Antrian pasien | Salah pencatatan pendapatan |
| Ketersediaan obat | Ketidaksesuaian belanja RBA |
| Jadwal dokter | Keterlambatan klaim BPJS |
| Ketersediaan alkes | Pengadaan tidak transparan |
| Administrasi pasien | Selisih kas |
Keduanya harus masuk dalam risk register.
Langkah Sistematis Menyusun Risk Register Rumah Sakit
Identifikasi Proses Bisnis Rumah Sakit
Petakan seluruh alur layanan dan keuangan:
-
Pendaftaran pasien
-
Layanan medis
-
Farmasi
-
Laboratorium
-
Kasir dan keuangan
-
Pengadaan
-
Gudang alkes
Identifikasi Potensi Risiko di Setiap Unit
Gunakan pendekatan pertanyaan:
-
Apa yang bisa salah?
-
Apa dampaknya?
-
Seberapa sering bisa terjadi?
Menilai Tingkat Risiko
Gunakan matriks kemungkinan dan dampak:
| Dampak \ Kemungkinan | Rendah | Sedang | Tinggi |
|---|---|---|---|
| Rendah | Rendah | Rendah | Sedang |
| Sedang | Rendah | Sedang | Tinggi |
| Tinggi | Sedang | Tinggi | Sangat Tinggi |
Menentukan Strategi Pengendalian
Empat pendekatan:
-
Menghindari risiko
-
Mengurangi risiko
-
Memindahkan risiko
-
Menerima risiko dengan pengendalian
Contoh Tabel Risk Register Rumah Sakit
| Unit | Risiko | Dampak | Level | Pengendalian | PIC |
|---|---|---|---|---|---|
| Farmasi | Selisih stok obat | Layanan terganggu | Tinggi | Stok opname rutin | Kepala Farmasi |
| Keuangan | Salah jurnal pendapatan | Temuan audit | Sedang | Rekonsiliasi mingguan | Bendahara |
| Pendaftaran | Data pasien tidak lengkap | Klaim BPJS ditolak | Tinggi | Checklist dokumen | Admin |
| Pengadaan | Konflik kepentingan | Kerugian RS | Tinggi | Tim verifikasi | PPK |
Keterlibatan SPI dalam Penyusunan Risk Register
SPI berperan sebagai fasilitator:
-
Membimbing unit kerja mengidentifikasi risiko
-
Memvalidasi level risiko
-
Menyusun format risk register standar
-
Melakukan monitoring berkala
Penguatan kapasitas ini banyak dibahas dalam program Bimtek Bimtek Penguatan Pengawasan Internal Rumah Sakit BLU/BLUD
Keterkaitan Risk Register dengan Mutu Layanan
Risk register layanan berdampak langsung pada:
-
Waktu tunggu pasien
-
Ketersediaan obat
-
Kelancaran tindakan medis
-
Kepuasan pasien
Contoh: Risiko “obat kosong” jika dikendalikan, pasien tidak perlu menunda terapi.
Keterkaitan Risk Register dengan Akuntabilitas Keuangan
Risk register keuangan membantu:
-
Mencegah temuan audit
-
Menjaga ketertiban administrasi
-
Memastikan belanja sesuai RBA
-
Mengontrol pendapatan jasa layanan
Regulasi BLUD dan tata kelola keuangan dapat dipelajari pada Kementerian Keuangan RI – https://www.kemenkeu.go.id.
Studi Kasus Nyata
Sebuah RS BLUD mengalami masalah klaim BPJS yang sering ditolak.
Setelah dibuat risk register di unit pendaftaran:
Risiko: Dokumen pasien tidak lengkap
Dampak: Klaim ditolak
Pengendalian: Checklist wajib sebelum pasien dilayani
Hasilnya, penolakan klaim turun drastis dalam 3 bulan.
Kesalahan Umum Saat Menyusun Risk Register
-
Hanya dibuat oleh SPI tanpa melibatkan unit
-
Tidak diperbarui secara berkala
-
Terlalu administratif, tidak aplikatif
-
Tidak dijadikan dasar monitoring
Strategi Implementasi Risk Register di RS
Agar efektif:
-
Jadikan risk register dokumen hidup
-
Review tiap 3 bulan
-
Integrasikan dalam rapat mutu
-
Jadikan dasar audit internal
Manfaat Jangka Panjang Risk Register
| Sebelum | Setelah |
|---|---|
| Risiko tidak terpetakan | Risiko terkendali |
| Banyak temuan audit | Audit lebih baik |
| Layanan sering terganggu | Layanan lebih stabil |
| SPI pasif | SPI proaktif |
FAQ Seputar Risk Register Rumah Sakit
1. Siapa yang menyusun risk register?
Seluruh unit kerja difasilitasi SPI.
2. Seberapa sering diperbarui?
Minimal setiap 3 bulan.
3. Apakah risk register wajib untuk akreditasi?
Sangat mendukung pemenuhan standar akreditasi.
4. Apa manfaat terbesar risk register?
Mencegah masalah sebelum terjadi.
Penutup
Penyusunan risk register rumah sakit berbasis layanan dan keuangan adalah langkah strategis dalam memperkuat pengawasan internal RS BLUD. Dokumen ini menjadi alat kendali utama bagi manajemen dan SPI untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan aman, efektif, dan akuntabel.
Dengan risk register yang baik, rumah sakit tidak hanya siap menghadapi audit, tetapi juga mampu menjaga mutu layanan secara konsisten.
Segera terapkan penyusunan risk register di rumah sakit Anda untuk meningkatkan mutu layanan dan akuntabilitas keuangan secara nyata.
