Materi Bimtek
Inhouse Training PT. Nuon Digital Indonesia: Risk Management
Dalam lingkungan organisasi modern, baik instansi pemerintah maupun swasta, risiko tidak lagi dianggap sebagai hambatan semata, tetapi sebagai bagian yang harus dikelola secara sistematis. Perubahan regulasi, dinamika kebijakan, keterbatasan anggaran, tuntutan akuntabilitas publik, serta perkembangan teknologi membuat organisasi menghadapi berbagai potensi risiko yang semakin kompleks.
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan kemampuan pengelolaan risiko yang terintegrasi di seluruh unit kerja. Salah satu cara paling efektif untuk membangun kapasitas tersebut adalah melalui Inhouse Training Risk Management yang dirancang sesuai dengan kebutuhan spesifik organisasi.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi langsung menyentuh praktik nyata pengelolaan risiko berdasarkan kondisi riil yang dihadapi organisasi.
Mengapa Risk Management Menjadi Kebutuhan Mendesak?
Banyak organisasi baru menyadari pentingnya manajemen risiko ketika sudah terjadi masalah, seperti:
-
Kegiatan tidak mencapai target kinerja
-
Terjadi temuan audit berulang
-
Program tidak berjalan efektif
-
Kesalahan administrasi dan pengelanjaan anggaran
-
Keterlambatan proyek
-
Konflik internal dan lemahnya koordinasi
Padahal, semua kondisi tersebut umumnya dapat dicegah jika organisasi memiliki sistem manajemen risiko yang baik.
Manajemen risiko bukan sekadar dokumen, tetapi merupakan cara berpikir (risk awareness) yang harus dimiliki oleh setiap pegawai.
Apa Itu Inhouse Training Risk Management?
Inhouse Training Risk Management adalah pelatihan yang dilaksanakan di internal organisasi dengan materi yang disesuaikan dengan:
-
Tugas dan fungsi unit kerja
-
Permasalahan nyata yang sedang dihadapi
-
Dokumen perencanaan dan penganggaran yang dimiliki
-
Target kinerja organisasi
Pendekatan ini jauh lebih efektif dibanding pelatihan umum karena peserta langsung belajar dari kasus nyata yang mereka alami.
Tujuan Inhouse Training Risk Management
Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu:
-
Memahami konsep dasar manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018
-
Mengidentifikasi risiko dalam setiap kegiatan/program
-
Menganalisis tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan dampak
-
Menyusun peta risiko (risk register)
-
Menentukan strategi pengendalian risiko yang tepat
-
Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam perencanaan dan penganggaran
-
Membangun budaya sadar risiko di lingkungan kerja
Manfaat Inhouse Training Bagi Organisasi
| Sebelum Pelatihan | Setelah Pelatihan |
|---|---|
| Risiko tidak teridentifikasi | Risiko terpetakan dengan jelas |
| Temuan audit berulang | Pengendalian risiko lebih baik |
| Kegiatan sering meleset dari target | Perencanaan lebih realistis |
| Pegawai tidak memahami risiko tugasnya | Pegawai sadar risiko pekerjaannya |
| Manajemen risiko hanya dokumen | Manajemen risiko menjadi budaya kerja |
Materi Utama Dalam Inhouse Training Risk Management
Beberapa materi inti yang diberikan antara lain:
1. Konsep Dasar Manajemen Risiko
-
Definisi risiko dan manajemen risiko
-
Prinsip manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018
-
Pentingnya risk awareness dalam organisasi
2. Identifikasi Risiko Organisasi
Peserta dilatih mengidentifikasi risiko berdasarkan:
-
Program kerja
-
Kegiatan
-
Proses bisnis
-
Pengelolaan anggaran
3. Analisis dan Penilaian Risiko
-
Skala kemungkinan (likelihood)
-
Skala dampak (impact)
-
Matriks risiko
-
Penentuan level risiko
4. Penyusunan Risk Register
Peserta langsung praktik menyusun dokumen risk register unit kerja masing-masing.
5. Strategi Pengendalian Risiko
-
Menghindari risiko
-
Mengurangi risiko
-
Memindahkan risiko
-
Menerima risiko
Keunggulan Inhouse Training Dibanding Pelatihan Biasa
| Pelatihan Umum | Inhouse Training |
|---|---|
| Materi bersifat umum | Materi sesuai kondisi organisasi |
| Studi kasus tidak relevan | Studi kasus dari unit kerja sendiri |
| Peserta pasif | Peserta aktif praktik |
| Sulit diterapkan | Langsung bisa diterapkan |
| Fokus teori | Fokus praktik |
Metode Pelatihan yang Digunakan
Agar pelatihan efektif, digunakan metode:
-
Ceramah interaktif
-
Diskusi kasus nyata
-
Simulasi penyusunan risk register
-
Kerja kelompok per unit kerja
-
Presentasi hasil kerja
-
Evaluasi langsung oleh fasilitator











