Materi Bimtek
Bimtek Penguatan Pengawasan Internal Rumah Sakit BLU/BLUD dalam Mendukung Mutu Layanan dan Akuntabilitas Keuangan Tahun 2026
Pengawasan internal di rumah sakit berstatus BLU/BLUD bukan lagi sekadar fungsi administratif, tetapi menjadi fondasi utama dalam menjaga mutu layanan kesehatan sekaligus memastikan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Di tengah tuntutan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas, rumah sakit juga dihadapkan pada kewajiban tata kelola keuangan yang transparan, efektif, dan sesuai regulasi.
Tahun 2026 membawa penekanan yang semakin kuat pada integrasi antara mutu layanan dan akuntabilitas keuangan. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Kualitas layanan yang baik memerlukan dukungan tata kelola yang kuat, dan tata kelola yang baik akan tercermin pada kualitas layanan kepada pasien.
Melalui Bimtek Penguatan Pengawasan Internal Rumah Sakit BLU/BLUD, manajemen dan tim pengawas internal dibekali kemampuan praktis untuk membangun sistem pengawasan yang terstruktur, berbasis risiko, dan terintegrasi dengan proses bisnis rumah sakit.
Urgensi Pengawasan Internal di Rumah Sakit BLU/BLUD
Rumah sakit BLU/BLUD memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, pengadaan barang/jasa, dan pengelolaan pendapatan layanan. Fleksibilitas ini menjadi keunggulan sekaligus potensi risiko apabila tidak diiringi pengawasan internal yang kuat.
Beberapa permasalahan yang sering terjadi:
-
Temuan audit berulang terkait pengelolaan pendapatan jasa layanan
-
Ketidaksesuaian penggunaan anggaran dengan perencanaan
-
Lemahnya pengendalian persediaan obat dan alat kesehatan
-
Klaim BPJS yang bermasalah
-
Ketidaktertiban administrasi keuangan
-
Konflik kepentingan dalam pengadaan barang/jasa
-
Tidak adanya pemetaan risiko pada unit layanan
Pengawasan internal menjadi kunci pencegahan seluruh potensi masalah tersebut.
Konsep Pengawasan Internal Berbasis Risiko
Pengawasan internal modern tidak lagi bersifat reaktif (menemukan kesalahan setelah terjadi), tetapi proaktif melalui pendekatan manajemen risiko.
Prinsip utamanya:
-
Mengidentifikasi titik rawan risiko pada proses layanan dan keuangan
-
Menyusun pengendalian sebelum risiko terjadi
-
Memastikan seluruh unit memahami risiko pekerjaannya
-
Membangun budaya sadar risiko (risk awareness)
Pendekatan ini sejalan dengan praktik terbaik berbasis ISO 31000:2018 dan penguatan SPIP di lingkungan pemerintah.
Keterkaitan Pengawasan Internal dengan Mutu Layanan
Banyak yang mengira mutu layanan hanya terkait tenaga medis dan fasilitas. Padahal, lemahnya pengawasan internal berdampak langsung pada mutu layanan, misalnya:
| Masalah Pengawasan | Dampak pada Layanan |
|---|---|
| Pengendalian obat lemah | Obat sering kosong, terapi tertunda |
| Administrasi klaim BPJS tidak tertib | Pasien menunggu lama |
| Pengadaan alkes tidak terencana | Tindakan medis tertunda |
| Pengelolaan jadwal tenaga medis tidak diawasi | Antrian panjang |
| Pencatatan keuangan tidak tertib | Gangguan operasional |
Artinya, mutu layanan sangat dipengaruhi oleh kualitas pengawasan internal.
Tujuan Bimtek Penguatan Pengawasan Internal
Bimtek ini dirancang agar peserta mampu:
-
Memahami peran strategis pengawasan internal di RS BLU/BLUD
-
Mengidentifikasi risiko layanan dan keuangan
-
Menyusun peta risiko rumah sakit
-
Membuat risk register per unit
-
Menyusun mekanisme pengendalian internal
-
Mengintegrasikan pengawasan dengan peningkatan mutu layanan
-
Mengurangi potensi temuan audit
Materi Inti yang Dibahas dalam Bimtek
Kerangka Regulasi Pengawasan Internal BLU/BLUD
-
Konsep BLU/BLUD dan fleksibilitas keuangan
-
SPIP dan pengawasan internal pemerintah
-
Keterkaitan dengan standar akreditasi rumah sakit
-
Peran Satuan Pengawas Internal (SPI)
Identifikasi Titik Rawan Risiko Rumah Sakit
Peserta memetakan risiko pada:
-
Layanan IGD, rawat inap, rawat jalan
-
Farmasi dan gudang obat
-
Pengadaan barang/jasa
-
Klaim BPJS
-
Pengelolaan kas dan pendapatan layanan
Penyusunan Risk Register Rumah Sakit
Praktik langsung menyusun:
| Unit | Risiko | Dampak | Pengendalian |
|---|---|---|---|
| Farmasi | Stok obat tidak akurat | Layanan terganggu | Sistem stok terintegrasi |
| Keuangan | Salah pencatatan pendapatan | Temuan audit | Rekonsiliasi rutin |
Teknik Audit Internal Berbasis Risiko
-
Audit kepatuhan
-
Audit operasional
-
Audit berbasis risiko
-
Teknik sampling efektif
Integrasi Pengawasan dengan Mutu Layanan
-
Pengawasan sebagai alat peningkatan mutu
-
Indikator mutu yang perlu diawasi
-
Monitoring berkala
Contoh Kasus Nyata di Rumah Sakit BLUD
Kasus: Sebuah RS BLUD mengalami temuan audit terkait selisih persediaan obat senilai ratusan juta rupiah.
Akar masalah:
-
Tidak ada pencatatan stok real-time
-
Tidak ada pengawasan berkala
-
Tidak ada pemetaan risiko di unit farmasi
Solusi setelah bimtek:
-
Disusun risk register farmasi
-
Dibuat SOP pengendalian stok
-
Monitoring mingguan oleh SPI
Hasil: Tidak ada lagi selisih stok pada audit berikutnya, dan layanan obat menjadi lebih lancar.
Siapa yang Perlu Mengikuti Bimtek Ini?
-
Direktur dan manajemen RS
-
Satuan Pengawas Internal (SPI)
-
Bagian keuangan
-
Kepala instalasi farmasi
-
Tim pengadaan
-
Penanggung jawab layanan
-
Tim mutu rumah sakit
Manfaat Jangka Panjang Bagi Rumah Sakit
| Sebelum Bimtek | Setelah Bimtek |
|---|---|
| Pengawasan bersifat administratif | Pengawasan berbasis risiko |
| Banyak temuan audit | Temuan menurun signifikan |
| Mutu layanan tidak stabil | Mutu layanan lebih terjaga |
| SPI pasif | SPI proaktif |
| Tidak ada peta risiko | Risk register tersedia |
Strategi Implementasi Hasil Bimtek
Agar hasil bimtek tidak berhenti pada teori, rumah sakit perlu:
-
Membentuk tim manajemen risiko
-
Menetapkan risk register sebagai dokumen wajib
-
Melakukan monitoring rutin
-
Mengintegrasikan dengan rapat mutu
-
Melibatkan seluruh unit kerja
Peran SPI dalam Penguatan Pengawasan Internal
SPI menjadi motor penggerak pengawasan dengan fungsi:
-
Konsultatif
-
Preventif
-
Evaluatif
-
Edukatif
SPI bukan mencari kesalahan, tetapi mencegah terjadinya kesalahan.
Keterkaitan Pengawasan Internal dengan Akreditasi Rumah Sakit
Banyak elemen akreditasi yang berkaitan langsung dengan:
-
Pengendalian dokumen
-
Pengelolaan obat
-
Keselamatan pasien
-
Tata kelola organisasi
Pengawasan internal yang baik mempermudah pemenuhan standar akreditasi.
FAQ Seputar Bimtek Pengawasan Internal RS BLU/BLUD
1. Apakah bimtek ini hanya untuk SPI?
Tidak. Seluruh unit terkait layanan dan keuangan perlu terlibat.
2. Apakah peserta akan praktik langsung?
Ya, peserta menyusun risk register unit masing-masing.
3. Apakah materi sesuai regulasi terbaru?
Disesuaikan dengan ketentuan dan praktik terbaru tahun 2026.
4. Berapa lama waktu ideal pelatihan?
2–3 hari agar efektif dengan praktik.
5. Apakah bisa dilaksanakan inhouse?
Sangat direkomendasikan agar sesuai kondisi riil RS.
6. Apa output nyata yang dihasilkan?
Risk register, peta risiko, dan rencana pengendalian.
7. Bagaimana dampaknya terhadap audit?
Temuan audit dapat ditekan karena pengendalian sudah disiapkan.
Penutup
Pengawasan internal bukan beban administrasi, tetapi instrumen strategis dalam menjaga mutu layanan dan akuntabilitas keuangan rumah sakit BLU/BLUD. Tahun 2026 menuntut rumah sakit semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta tata kelola yang baik.
Melalui Bimtek Penguatan Pengawasan Internal Rumah Sakit BLU/BLUD, organisasi rumah sakit dibekali kemampuan nyata untuk mengelola risiko, memperkuat pengendalian, serta meningkatkan mutu layanan secara berkelanjutan.
Segera jadwalkan Bimtek Penguatan Pengawasan Internal di rumah sakit Anda untuk meningkatkan mutu layanan dan akuntabilitas keuangan secara nyata.
5 Judul Artikel Turunan yang Terkait
-
Peran Satuan Pengawas Internal (SPI) dalam Meningkatkan Akuntabilitas Rumah Sakit BLUD
-
Penyusunan Risk Register Rumah Sakit Berbasis Layanan dan Keuangan
-
Strategi Pengendalian Persediaan Obat dan Alkes di RS BLUD
-
Integrasi Manajemen Risiko dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit
-
Teknik Audit Internal Berbasis Risiko di Lingkungan Rumah Sakit BLU/BLUD
