Materi Bimtek
Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berbasis GRI dan ESG
Tuntutan terhadap transparansi kinerja organisasi kini tidak lagi sebatas laporan keuangan. Pemerintah, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta semakin dituntut untuk menyampaikan laporan keberlanjutan (Sustainability Report) yang menggambarkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola secara terukur. Inilah yang mendorong pentingnya Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berbasis GRI dan ESG sebagai kebutuhan strategis di tahun-tahun mendatang.
Sustainability report bukan sekadar dokumen formalitas. Ia menjadi cerminan komitmen organisasi terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dan standar pelaporan global seperti GRI Standards (Global Reporting Initiative). Laporan ini menjadi rujukan bagi investor, regulator, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam menilai kualitas tata kelola organisasi.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola berkelanjutan, pembahasan ini terintegrasi dengan artikel pilar Bimtek Implementasi ESG dalam Tata Kelola Pemerintah dan Perusahaan yang menjelaskan kerangka besar penerapan ESG di sektor publik dan korporasi.
Memahami Sustainability Report dan Urgensinya
Sustainability report adalah laporan yang memuat informasi kinerja organisasi dalam tiga aspek utama:
-
Dampak terhadap lingkungan
-
Dampak sosial terhadap masyarakat dan pekerja
-
Tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel
Laporan ini membantu menjawab pertanyaan penting:
-
Seberapa besar organisasi berkontribusi terhadap lingkungan?
-
Bagaimana organisasi memperlakukan masyarakat dan pegawainya?
-
Seberapa baik tata kelola dan manajemen risikonya?
Di Indonesia, kebutuhan ini juga didorong oleh kebijakan pelaporan keberlanjutan yang diatur oleh regulator, termasuk OJK untuk sektor jasa keuangan dan BUMN/BUMD.
Apa Itu GRI Standards dan Mengapa Digunakan Secara Global
GRI Standards adalah standar pelaporan keberlanjutan yang paling banyak digunakan di dunia. Standar ini menyediakan kerangka sistematis untuk menyusun laporan ESG yang terukur dan dapat dibandingkan.
GRI membantu organisasi:
-
Menentukan topik material (materiality topic)
-
Menyusun indikator kinerja ESG
-
Menyajikan data secara terstruktur
-
Memastikan laporan dapat diverifikasi
Informasi resmi mengenai kebijakan pelaporan lingkungan di Indonesia juga dapat dirujuk melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mendorong transparansi kinerja lingkungan perusahaan dan pemerintah.
Keterkaitan Sustainability Report dengan ESG
Sustainability report adalah alat utama untuk menunjukkan implementasi ESG secara nyata.
| Pilar ESG | Isi dalam Sustainability Report |
|---|---|
| Environmental | Emisi, energi, limbah, air, keanekaragaman hayati |
| Social | CSR, K3, hubungan masyarakat, tenaga kerja |
| Governance | Manajemen risiko, kepatuhan, transparansi |
Tanpa sustainability report, implementasi ESG sulit dibuktikan secara objektif.
Siapa yang Wajib atau Perlu Menyusun Sustainability Report
Sustainability report sangat relevan bagi:
-
Pemerintah daerah
-
BUMN dan BUMD
-
Perusahaan tambang, migas, perkebunan
-
Industri manufaktur
-
Rumah sakit dan universitas
-
Lembaga publik
Bahkan banyak pemerintah daerah mulai menyusun laporan kinerja lingkungan sebagai bagian dari akuntabilitas publik.
Struktur Umum Sustainability Report Berbasis GRI
| Bab | Isi Laporan |
|---|---|
| Profil Organisasi | Visi, misi, kebijakan ESG |
| Tata Kelola | Struktur organisasi, manajemen risiko |
| Kinerja Lingkungan | Energi, emisi, limbah, air |
| Kinerja Sosial | CSR, tenaga kerja, masyarakat |
| Indikator GRI | Data terukur sesuai standar |
| Rencana Perbaikan | Target tahun berikutnya |
Tahapan Penyusunan Sustainability Report
Dalam Bimtek, peserta akan mempelajari tahapan berikut:
-
Menentukan tim penyusun laporan
-
Identifikasi isu material (materiality assessment)
-
Pengumpulan data ESG
-
Pemetaan indikator GRI
-
Penyusunan narasi laporan
-
Validasi dan verifikasi data
-
Publikasi laporan
Menentukan Isu Material (Materiality Topic)
Isu material adalah isu yang paling berdampak bagi organisasi dan pemangku kepentingan.
Contoh isu material:
-
Konsumsi energi tinggi
-
Konflik sosial dengan masyarakat
-
Limbah B3
-
Transparansi pengadaan barang/jasa
Penentuan isu ini menjadi fondasi laporan yang berkualitas.
Contoh Kasus Nyata
Kasus Perusahaan Perkebunan
Perusahaan perkebunan menyusun sustainability report dengan fokus:
-
Pengurangan pembakaran lahan
-
Program pemberdayaan petani plasma
-
Pengelolaan limbah cair
Hasil:
-
Peningkatan peringkat PROPER
-
Kepercayaan investor meningkat
-
Konflik sosial menurun drastis
Kasus Pemerintah Daerah
Sebuah pemda menyusun laporan keberlanjutan yang memuat:
-
Penggunaan PLTS di kantor pemerintah
-
Program bank sampah
-
Digitalisasi layanan publik
Hasil:
-
Transparansi kinerja meningkat
-
Menjadi rujukan daerah lain
Tantangan Umum dalam Penyusunan Sustainability Report
| Tantangan | Solusi Melalui Bimtek |
|---|---|
| Tidak paham GRI | Pelatihan indikator GRI |
| Data tidak terdokumentasi | Sistem pengumpulan data ESG |
| Tidak ada tim khusus | Pembentukan tim ESG |
| Kesulitan menyusun narasi | Template laporan siap pakai |
Peran Penting Data dalam ESG Reporting
Data yang diperlukan meliputi:
-
Konsumsi listrik dan air
-
Volume limbah
-
Program CSR
-
Data kecelakaan kerja
-
Audit dan kepatuhan
Tanpa data, laporan hanya menjadi narasi tanpa bukti.
Integrasi Sustainability Report dengan Dokumen Lain
Sustainability report dapat diintegrasikan dengan:
-
Laporan tahunan perusahaan
-
LKjIP pemerintah
-
Laporan CSR/TJSL
-
Laporan PROPER
Manfaat Strategis Sustainability Report
-
Meningkatkan reputasi organisasi
-
Meningkatkan nilai ESG
-
Mendukung akses pendanaan hijau
-
Meningkatkan transparansi publik
-
Mendukung penilaian PROPER
Materi yang Dipelajari dalam Bimtek
Peserta akan mendapatkan:
-
Pemahaman GRI Standards
-
Teknik menentukan isu material
-
Penyusunan indikator ESG
-
Praktik menyusun laporan
-
Studi kasus laporan terbaik
Hubungan Sustainability Report dengan Tata Kelola ESG
Pemahaman menyeluruh mengenai ESG dapat diperdalam melalui artikel pilar Bimtek Implementasi ESG dalam Tata Kelola Pemerintah dan Perusahaan yang menjadi dasar konseptual penyusunan laporan keberlanjutan.
Tips Menyusun Laporan yang Berkualitas
Beberapa tips penting:
-
Gunakan data yang valid
-
Gunakan bahasa yang mudah dipahami
-
Sajikan tabel dan grafik
-
Fokus pada isu material
-
Cantumkan target perbaikan
FAQ Seputar Sustainability Report
1. Apakah sustainability report wajib bagi pemerintah daerah?
Belum wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk transparansi kinerja.
2. Apakah harus mengikuti GRI?
GRI adalah standar global yang paling direkomendasikan.
3. Berapa lama proses penyusunan laporan?
Rata-rata 1–3 bulan tergantung ketersediaan data.
4. Siapa yang perlu ikut bimtek ini?
Tim perencanaan, CSR, lingkungan, dan pengawas internal.
Penutup
Sustainability report adalah wajah baru akuntabilitas organisasi di era ESG. Pemerintah dan perusahaan yang mampu menyusun laporan keberlanjutan berbasis GRI akan memiliki keunggulan dalam reputasi, kepercayaan publik, dan akses pendanaan.
Melalui Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berbasis GRI dan ESG, peserta akan memiliki kemampuan teknis dan praktis untuk menghasilkan laporan yang terstruktur, terukur, dan sesuai standar global.
Segera jadwalkan Bimtek Penyusunan Sustainability Report untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan organisasi Anda secara profesional dan kredibel.
