Bidang Energi, Lingkungan & CSR

Bimtek Green Budgeting dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah

Bimtek Green Budgeting dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah

Konsep green budgeting semakin menjadi perhatian utama dalam tata kelola pemerintahan modern. Pemerintah daerah tidak lagi hanya dituntut menyusun anggaran yang efektif dan efisien, tetapi juga anggaran yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mendukung pembangunan rendah karbon. Inilah alasan mengapa Bimtek Green Budgeting dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah menjadi sangat relevan bagi OPD, Bappeda, BPKAD, Inspektorat, dan seluruh pemangku kepentingan perencanaan keuangan daerah.

Green budgeting bukan sekadar penganggaran biasa. Ia merupakan pendekatan strategis yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam siklus perencanaan dan penganggaran daerah. Pendekatan ini membantu pemerintah daerah memastikan bahwa setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Pembahasan ini juga menjadi turunan penting dari artikel pilar Bimtek Implementasi ESG dalam Tata Kelola Pemerintah dan Perusahaan yang menempatkan green budgeting sebagai salah satu instrumen utama penerapan ESG di sektor publik.

Memahami Konsep Green Budgeting dalam Konteks Pemerintahan Daerah

Green budgeting adalah metode penyusunan anggaran yang mempertimbangkan dampak lingkungan dari setiap program dan kegiatan pemerintah. Pendekatan ini memastikan bahwa alokasi anggaran tidak hanya fokus pada output kegiatan, tetapi juga pada outcome lingkungan dan sosial yang dihasilkan.

Dalam konteks pemerintah daerah, green budgeting berkaitan erat dengan:

  • RPJMD dan RKPD berbasis pembangunan rendah karbon

  • Pengurangan emisi gas rumah kaca

  • Pengelolaan sampah dan limbah

  • Efisiensi energi pada gedung pemerintah

  • Transportasi ramah lingkungan

  • Pengendalian pencemaran air dan udara

Green budgeting membantu daerah menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola.

Mengapa Green Budgeting Menjadi Kebutuhan Mendesak Tahun 2026

Beberapa faktor yang mendorong penerapan green budgeting di daerah:

  1. Komitmen nasional menuju Net Zero Emission

  2. Kebijakan pembangunan rendah karbon dari Bappenas

  3. Tekanan regulasi lingkungan yang semakin ketat

  4. Kebutuhan efisiensi anggaran berbasis dampak

  5. Tuntutan transparansi penggunaan anggaran publik

  6. Integrasi prinsip ESG dalam tata kelola pemerintah

Pemerintah pusat melalui dokumen perencanaan nasional juga mendorong pendekatan ini, sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia

Perbedaan Penganggaran Konvensional dan Green Budgeting

Aspek Penganggaran Konvensional Green Budgeting
Fokus Serapan anggaran Dampak lingkungan & sosial
Indikator Output kegiatan Outcome keberlanjutan
Evaluasi Administratif Berbasis dampak
Perencanaan Tahunan Jangka panjang berkelanjutan
Keterkaitan ESG Tidak langsung Sangat terintegrasi

Keterkaitan Green Budgeting dengan Dokumen Perencanaan Daerah

Green budgeting tidak berdiri sendiri. Ia harus terintegrasi dengan:

  • RPJMD

  • Renstra OPD

  • RKPD

  • KUA-PPAS

  • RKA OPD

  • DPA

Artinya, sejak tahap perencanaan, OPD sudah harus mampu mengidentifikasi kegiatan yang memiliki dampak lingkungan positif.

Contoh:

  • Pengadaan lampu LED hemat energi

  • Pembangunan TPS3R

  • Program penghijauan kota

  • Digitalisasi layanan untuk mengurangi penggunaan kertas

Indikator Program yang Termasuk Green Budgeting

Berikut contoh indikator yang dapat dimasukkan dalam kategori green budgeting:

Program/Kegiatan Indikator Lingkungan Dampak
Rehabilitasi hutan kota Luas area hijau Penurunan suhu kota
PLTS atap kantor Pengurangan listrik PLN Penurunan emisi karbon
Bank sampah Volume sampah terkelola Pengurangan TPA
Digitalisasi arsip Pengurangan kertas Efisiensi sumber daya
Kendaraan listrik dinas Konsumsi BBM turun Udara lebih bersih

Tahapan Implementasi Green Budgeting di Pemerintah Daerah

Implementasi green budgeting memerlukan langkah sistematis:

  1. Identifikasi program ramah lingkungan

  2. Penentuan indikator dampak lingkungan

  3. Pengkodean kegiatan dalam sistem penganggaran

  4. Integrasi dalam dokumen KUA-PPAS dan RKA

  5. Monitoring dan evaluasi berbasis dampak

  6. Pelaporan kinerja lingkungan dari anggaran

Tahapan ini menjadi materi utama dalam Bimtek agar dapat langsung dipraktikkan oleh peserta.

Contoh Kasus Nyata Penerapan Green Budgeting

Studi Kasus Pemerintah Kota

Sebuah pemerintah kota mengalokasikan anggaran untuk:

  • Penggantian seluruh lampu jalan menjadi LED

  • Pembangunan taman kota dan ruang terbuka hijau

  • Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat

Hasil dalam 2 tahun:

  • Penghematan listrik 32%

  • Pengurangan sampah ke TPA sebesar 40%

  • Peningkatan indeks kualitas udara

Studi Kasus Pemerintah Kabupaten

Kabupaten menganggarkan:

  • PLTS atap di 20 gedung pemerintah

  • Kendaraan dinas listrik

  • Digitalisasi layanan administrasi

Hasil:

  • Penurunan biaya operasional energi

  • Efisiensi anggaran ATK

  • Mendukung target rendah karbon daerah

Tantangan Penerapan Green Budgeting

Tantangan Solusi Melalui Bimtek
OPD belum memahami konsep Peningkatan kapasitas SDM
Tidak ada indikator lingkungan Penyusunan indikator kinerja
Sistem penganggaran belum mendukung Integrasi kode rekening kegiatan
Evaluasi masih administratif Monitoring berbasis dampak

Peran OPD Kunci dalam Green Budgeting

Beberapa OPD yang berperan penting:

  • Bappeda (perencanaan)

  • BPKAD (penganggaran)

  • DLH (indikator lingkungan)

  • Inspektorat (pengawasan)

  • Bagian Pengadaan (green procurement)

Kolaborasi lintas OPD menjadi kunci keberhasilan.

Green Budgeting dan Green Procurement

Green budgeting sangat berkaitan dengan green procurement, seperti:

  • Pengadaan barang hemat energi

  • Pengadaan material ramah lingkungan

  • Pengadaan kendaraan listrik

  • Pengurangan plastik sekali pakai

Integrasi Green Budgeting dengan ESG Pemerintah

Green budgeting adalah bentuk nyata implementasi aspek Environmental dalam ESG. Untuk pemahaman menyeluruh tentang kerangka ESG di sektor publik, baca artikel pilar Bimtek Implementasi ESG dalam Tata Kelola Pemerintah dan Perusahaan sebagai dasar konseptualnya.

Format Pelaporan Green Budgeting

Komponen Isi Laporan
Daftar program Kegiatan ramah lingkungan
Alokasi anggaran Nilai anggaran
Indikator dampak Emisi, energi, sampah
Capaian Realisasi dampak

Pelaporan ini dapat menjadi bagian dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP).

Manfaat Strategis Green Budgeting bagi Daerah

  • Efisiensi anggaran jangka panjang

  • Mendukung target pembangunan rendah karbon

  • Meningkatkan kualitas lingkungan hidup

  • Meningkatkan citra daerah

  • Mendukung akuntabilitas kinerja

Materi Utama dalam Bimtek Green Budgeting

Peserta bimtek akan mempelajari:

  • Konsep dan regulasi green budgeting

  • Penyusunan indikator program

  • Integrasi dalam dokumen penganggaran

  • Studi kasus praktik terbaik

  • Penyusunan laporan green budgeting

FAQ Seputar Green Budgeting

1. Apakah green budgeting wajib diterapkan di semua daerah?
Menjadi kebutuhan strategis seiring kebijakan pembangunan rendah karbon nasional.

2. Apakah membutuhkan anggaran besar?
Tidak, justru mendorong efisiensi anggaran melalui program ramah lingkungan.

3. Siapa yang harus mengikuti bimtek ini?
Bappeda, BPKAD, DLH, Inspektorat, dan seluruh OPD perencana kegiatan.

4. Apakah green budgeting berkaitan dengan ESG?
Sangat berkaitan sebagai implementasi aspek lingkungan dalam ESG.

Penutup

Green budgeting bukan sekadar inovasi, tetapi kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern. Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang didanai APBD benar-benar memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui Bimtek Green Budgeting dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah, aparatur pemerintah akan memiliki kemampuan teknis dan strategis untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam sistem penganggaran secara nyata dan terukur.

Segera jadwalkan Bimtek Green Budgeting untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran daerah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Bimtek Green Budgeting dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah




author-avatar

Tentang Bimtek PSKN

PT. PUSAT STUDI DAN KONSULTASI NASIONAL adalah Salah satu Perusahaan Bergerak di bidang Pengambangan SDM Dan Teknologi Informasi.