Bimtek Pengadaan

Bimtek Sustainable Procurement untuk PPK dan Pokja: Praktik Terbaik Pengadaan Modern

Perubahan lanskap pengadaan barang dan jasa pemerintah terjadi sangat cepat. Jika dulu fokus utama hanya pada kepatuhan dan harga terendah, kini instansi dituntut untuk memastikan bahwa setiap proses pengadaan memberikan nilai tambah jangka panjang — baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Di sinilah konsep sustainable procurement atau pengadaan berkelanjutan menjadi semakin penting, terutama bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan yang berada di garis depan proses pengadaan.

Melalui program bimbingan teknis (bimtek), PPK dan Pokja dapat memahami praktik terbaik pengadaan modern sekaligus mengurangi risiko administratif, hukum, dan reputasi organisasi.

Untuk memahami kerangka strategis pengadaan berkelanjutan secara menyeluruh, baca juga artikel pilar berikut:
👉Info Jadwal Bimtek Pengadaan Berkelanjutan (Sustainable Procurement) untuk Instansi Modern</a>


Apa Itu Sustainable Procurement dalam Konteks Pemerintah?

Sustainable procurement adalah pendekatan pengadaan yang mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap:

  • Lingkungan

  • Sosial

  • Ekonomi

  • Tata kelola

Pemerintah Indonesia terus memperkuat kebijakan ini sebagai bagian dari transformasi pengadaan nasional.

👉 Baca sumber resmi di sini:
🔗 https://www.lkpp.go.id/read/bu/komitmen-lkpp-untuk-wujudkan-pengadaan-pemerintah-yang-berkelanjutan

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menegaskan bahwa pengadaan berkelanjutan bertujuan memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan serta masyarakat.

Dengan belanja pemerintah yang sangat besar, perubahan kecil dalam kebijakan pengadaan dapat menghasilkan dampak nasional yang signifikan.


Peran Strategis PPK dan Pokja dalam Pengadaan Berkelanjutan

Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa keberhasilan sustainable procurement sangat bergantung pada kompetensi PPK dan Pokja.

Tanggung Jawab PPK

PPK berperan dalam:

  • Menyusun perencanaan pengadaan

  • Menentukan spesifikasi teknis

  • Menetapkan HPS

  • Mengendalikan kontrak

Kesalahan pada tahap ini dapat berdampak pada seluruh siklus pengadaan.

Tanggung Jawab Pokja

Pokja memastikan proses pemilihan penyedia berjalan objektif dan transparan melalui:

  • Penyusunan dokumen pemilihan

  • Evaluasi penawaran

  • Klarifikasi teknis

  • Penetapan pemenang

Ketika kedua peran ini memahami prinsip keberlanjutan, kualitas pengadaan meningkat secara drastis.


Mengapa Bimtek Sustainable Procurement Sangat Penting untuk PPK dan Pokja?

Transformasi pengadaan membutuhkan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.

Manfaat Utama Bimtek

1. Memahami Regulasi Terbaru
Kebijakan pengadaan terus berkembang dan membutuhkan pemahaman mendalam.

2. Mengurangi Temuan Audit
Banyak temuan terjadi akibat kurangnya pemahaman teknis.

3. Meningkatkan Kualitas Dokumen Pengadaan
Dokumen yang baik menghasilkan proses yang lebih lancar.

4. Mendukung Transparansi
Pengadaan modern menuntut keterbukaan.

5. Memperkuat Good Governance
Selaras dengan reformasi birokrasi.


Prinsip Praktik Terbaik dalam Sustainable Procurement

PPK dan Pokja perlu mengadopsi beberapa prinsip berikut agar pengadaan berjalan optimal.

Value for Money Jangka Panjang

Tidak hanya melihat harga awal, tetapi juga biaya operasional, pemeliharaan, dan masa pakai.

Life Cycle Costing

Produk murah belum tentu hemat.

Contoh sederhana:

Faktor Produk Murah Produk Efisien
Harga awal Rendah Lebih tinggi
Konsumsi energi Tinggi Rendah
Umur pakai Pendek Panjang
Biaya total Lebih mahal Lebih hemat

Transparansi dan Akuntabilitas

Pengadaan berkelanjutan membantu menciptakan sistem yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kompetisi Sehat

Spesifikasi tidak boleh mengarah pada merek tertentu.

Dampak Lingkungan

Prioritaskan produk hemat energi dan ramah lingkungan.


Materi Penting yang Dibahas dalam Bimtek untuk PPK dan Pokja

Pelatihan biasanya dirancang praktis agar dapat langsung diterapkan.

Modul Fokus Manfaat
Regulasi Pengadaan Berkelanjutan Kebijakan terbaru Memastikan kepatuhan
Perencanaan Strategis Analisis kebutuhan Menghindari pemborosan
Penyusunan Spesifikasi Hijau Produk ramah lingkungan Mendukung sustainability
Evaluasi Vendor Kriteria keberlanjutan Penyedia lebih berkualitas
Manajemen Risiko Pencegahan pelanggaran Pengadaan lebih aman
Monitoring Kontrak Kontrol kinerja Hasil optimal

Studi Kasus: Transformasi Pengadaan di Instansi Pemerintah

Salah satu pemerintah daerah di Indonesia mulai memperkuat koordinasi internal untuk mengimplementasikan pengadaan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

👉 Referensi resmi:
🔗 https://www.lkpp.go.id/read/bu/dukung-ekonomi-sirkular-lkpp-tegaskan-komitmen-pengadaan-berkelanjutan

Langkah yang dilakukan antara lain:

  • Menyusun kebijakan internal

  • Melatih SDM pengadaan

  • Memprioritaskan produk ramah lingkungan

Hasilnya:

  • Efisiensi anggaran meningkat

  • Risiko pengadaan menurun

  • Reputasi organisasi membaik

Ini membuktikan bahwa kompetensi SDM adalah faktor kunci keberhasilan.


Tantangan yang Sering Dihadapi PPK dan Pokja

Walaupun konsepnya kuat, implementasi tidak selalu mudah.

Beberapa tantangan utama:

  • Kurangnya pemahaman teknis

  • Ketakutan terhadap perubahan

  • Persepsi bahwa sustainable procurement mahal

  • Keterbatasan vendor

  • Tekanan waktu pengadaan

Bimtek membantu peserta mengatasi hambatan tersebut melalui simulasi dan studi kasus.


Strategi Praktis Menerapkan Sustainable Procurement

Berikut langkah konkret yang dapat dilakukan setelah mengikuti bimtek.

1. Mulai dari Perencanaan

Hindari pengadaan berbasis kebiasaan tahunan.

Tanyakan:

  • Apakah benar-benar dibutuhkan?

  • Apakah ada alternatif lebih ramah lingkungan?


2. Gunakan Spesifikasi Berbasis Kinerja

Fokus pada performa, bukan merek.

Contoh:

“Perangkat dengan konsumsi listrik maksimal X watt.”


3. Integrasikan Kriteria Keberlanjutan dalam Evaluasi

Gunakan matriks penilaian.

Kriteria Bobot
Harga 40%
Kualitas 25%
Efisiensi energi 20%
Dampak lingkungan 15%

4. Perkuat Dokumentasi

Dokumentasi lengkap meningkatkan akuntabilitas.

5. Lakukan Evaluasi Berkala

Gunakan indikator kinerja.


Dampak Positif bagi Instansi

Dampak Jangka Pendek

  • Pengadaan lebih terstruktur

  • Risiko kesalahan menurun

  • Proses lebih transparan

Dampak Jangka Panjang

  • Penghematan anggaran

  • Reputasi meningkat

  • Mendukung target pembangunan berkelanjutan

Pengadaan bukan lagi aktivitas administratif — tetapi instrumen strategis organisasi.


Kompetensi Baru yang Harus Dimiliki PPK dan Pokja

Pengadaan modern menuntut skill baru.

Beberapa di antaranya:

  • Strategic sourcing

  • Risk management

  • Data-driven decision making

  • ESG awareness

  • Contract performance management

Instansi yang berinvestasi pada peningkatan kompetensi akan lebih adaptif terhadap perubahan regulasi.


Tren Pengadaan Pemerintah ke Depan

Pengadaan publik memiliki pengaruh besar terhadap arah ekonomi nasional.

Beberapa tren yang mulai terlihat:

  • Digital procurement

  • Green supplier database

  • Integrasi ESG

  • Circular economy

  • Audit berbasis teknologi

Kebijakan pemerintah juga mendorong pengadaan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi hijau.

👉 Baca selengkapnya di sini:
🔗 https://www.lkpp.go.id/read/bu/komitmen-lkpp-untuk-wujudkan-pengadaan-pemerintah-yang-berkelanjutan

Instansi yang bergerak lebih cepat akan memiliki keunggulan adaptasi.


Cara Memilih Bimtek Berkualitas untuk PPK dan Pokja

Gunakan checklist berikut sebelum mendaftar:

  • Materi berbasis regulasi terbaru

  • Narasumber praktisi

  • Studi kasus nyata

  • Simulasi pengadaan

  • Diskusi interaktif

  • Sertifikat kompetensi

Pelatihan yang tepat akan memberikan dampak nyata.


Siapa Saja yang Wajib Mengikuti?

Program ini sangat direkomendasikan bagi:

  • Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

  • Pokja Pemilihan

  • UKPBJ

  • Auditor internal

  • Perencana

  • Manajemen instansi

Semakin luas keterlibatan, semakin kuat implementasi.


Masa Depan Pengadaan: Lebih Strategis, Lebih Berkelanjutan

Sustainable procurement bukan sekadar tren global — tetapi arah masa depan tata kelola pemerintah.

Dengan belanja publik yang besar, pengadaan dapat menjadi alat transformasi ekonomi sekaligus perlindungan lingkungan.

PPK dan Pokja memiliki peran penting dalam perjalanan ini.

Organisasi yang mulai beradaptasi hari ini akan menjadi pemimpin di masa depan.


FAQ

Apa itu bimtek sustainable procurement?

Program pelatihan yang membantu PPK dan Pokja memahami strategi serta praktik pengadaan berkelanjutan.

Apakah sustainable procurement wajib diterapkan?

Arah kebijakan nasional semakin mendorong implementasinya karena berkaitan dengan efisiensi dan pembangunan berkelanjutan.

Apakah pengadaan berkelanjutan lebih mahal?

Tidak selalu. Dengan pendekatan life cycle costing, biaya total justru sering lebih rendah.

Siapa yang paling membutuhkan pelatihan ini?

PPK, Pokja, pejabat pengadaan, hingga pimpinan organisasi.


Kesimpulan

Bimtek Sustainable Procurement untuk PPK dan Pokja adalah investasi strategis bagi instansi yang ingin meningkatkan kualitas pengadaan sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Dengan kompetensi yang tepat, pengadaan dapat berubah dari proses administratif menjadi alat transformasi organisasi.

Instansi yang bergerak sekarang akan lebih siap menghadapi tuntutan masa depan.

Segera jadwalkan tim PPK dan Pokja Anda untuk mengikuti Bimtek Sustainable Procurement dan wujudkan pengadaan modern yang efisien, transparan, serta berkelanjutan.

📞 Hubungi & Daftar Sekarang:
📱 WA/HP: 0818-0852-3567
☎️ Telp: (021) 345-4426
📧 Email: info@bimtekpskn.com




author-avatar

Tentang Bimtek PSKN

PT. PUSAT STUDI DAN KONSULTASI NASIONAL adalah Salah satu Perusahaan Bergerak di bidang Pengambangan SDM Dan Teknologi Informasi.