Bimtek Pengadaan

Bimtek Pengadaan Hijau: Cara Menyusun Spesifikasi Ramah Lingkungan

Transformasi tata kelola pemerintahan tidak lagi hanya berfokus pada efisiensi anggaran dan kepatuhan regulasi. Saat ini, instansi pemerintah juga dituntut untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan melalui kebijakan pengadaan barang dan jasa. Konsep ini dikenal sebagai pengadaan hijau (green procurement) atau bagian dari sustainable procurement.

Pengadaan hijau berarti proses membeli barang atau jasa dengan mempertimbangkan dampak lingkungan sepanjang siklus hidup produk—mulai dari produksi, distribusi, penggunaan, hingga pembuangan. Praktik ini tidak hanya membantu mengurangi jejak karbon, tetapi juga meningkatkan reputasi instansi serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia sendiri telah memperkuat arah kebijakan ini. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menegaskan bahwa pengadaan berkelanjutan merupakan bagian integral dalam mewujudkan pembangunan yang bertanggung jawab secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Bahkan, pengadaan berkelanjutan didorong untuk mendukung model ekonomi hijau dan transformasi menuju pembangunan inklusif.

Karena itu, banyak instansi kini mulai mengikuti bimbingan teknis (bimtek) agar mampu menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam dokumen pengadaan, terutama pada tahap penyusunan spesifikasi teknis.

Untuk memahami gambaran besar implementasinya, Anda juga dapat membaca artikel pilar berikut:
>Info Jadwal Bimtek Pengadaan Berkelanjutan (Sustainable Procurement) untuk Instansi Modern</a>


Apa Itu Pengadaan Hijau?

Pengadaan hijau adalah pendekatan strategis dalam proses pengadaan yang mempertimbangkan tiga aspek utama:

  • Perlindungan lingkungan

  • Efisiensi sumber daya

  • Dampak sosial jangka panjang

Pendekatan ini tidak selalu berarti memilih produk paling murah, tetapi memilih produk dengan nilai manfaat terbaik sepanjang siklus hidupnya (life-cycle cost).

Karakteristik Pengadaan Hijau

Beberapa ciri utama pengadaan ramah lingkungan antara lain:

  • Mengurangi limbah dan emisi

  • Menggunakan material daur ulang atau berkelanjutan

  • Hemat energi dan air

  • Memiliki sertifikasi lingkungan

  • Mudah didaur ulang atau diperbaiki

Instansi yang menerapkan prinsip ini biasanya juga lebih siap menghadapi regulasi global serta tuntutan transparansi publik.


Kebijakan Pemerintah Terkait Pengadaan Berkelanjutan

Komitmen pemerintah terhadap pengadaan berkelanjutan semakin jelas setelah diterbitkannya pedoman resmi oleh LKPP.

👉 Baca sumber resmi di sini:
🔗 Dukung Ekonomi Sirkular, LKPP Tegaskan Komitmen Pengadaan Berkelanjutan

Beberapa poin penting dari kebijakan tersebut:

  • Pengadaan berkelanjutan menjadi dasar transformasi ekonomi menuju ekonomi sirkular.

  • Faktor lingkungan kini menjadi perhatian utama dalam proses pengadaan pemerintah.

  • Pedoman khusus telah diterbitkan melalui Keputusan Kepala LKPP Nomor 157 Tahun 2024.

Artinya, kemampuan menyusun spesifikasi ramah lingkungan bukan lagi sekadar nilai tambah — melainkan kompetensi wajib bagi pengelola pengadaan.


Mengapa Instansi Perlu Mengikuti Bimtek Pengadaan Hijau?

Tidak sedikit instansi yang masih mengalami kesulitan dalam menerjemahkan konsep keberlanjutan ke dalam dokumen teknis. Di sinilah peran bimtek menjadi sangat strategis.

Manfaat Utama Mengikuti Bimtek

1. Memahami Regulasi Terbaru
Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang kebijakan pengadaan berkelanjutan.

2. Mengurangi Risiko Audit
Kesalahan spesifikasi dapat berujung temuan audit. Pelatihan membantu mencegah hal ini.

3. Meningkatkan Kualitas Perencanaan
Spesifikasi yang baik menghasilkan pengadaan yang tepat guna.

4. Mendukung ESG (Environmental, Social, Governance)
Konsep ESG semakin relevan dalam tata kelola sektor publik.

5. Meningkatkan Kredibilitas Instansi
Instansi yang peduli lingkungan cenderung lebih dipercaya masyarakat.


Prinsip Dasar Menyusun Spesifikasi Ramah Lingkungan

Sebelum menulis spesifikasi teknis, penting memahami prinsip dasarnya.

Prinsip Life Cycle Thinking

Pertimbangkan seluruh siklus produk:

Tahap Pertanyaan Kunci
Produksi Apakah bahan baku ramah lingkungan?
Distribusi Apakah transportasinya minim emisi?
Penggunaan Apakah hemat energi?
Akhir Masa Pakai Bisa didaur ulang?

Pendekatan ini sering menghasilkan penghematan jangka panjang meskipun harga awal sedikit lebih tinggi.


Langkah-Langkah Menyusun Spesifikasi Pengadaan Hijau

1. Analisis Kebutuhan Secara Strategis

Hindari membeli hanya karena kebiasaan tahunan.

Tanyakan:

  • Apakah barang benar-benar dibutuhkan?

  • Bisakah diperbaiki?

  • Apakah bisa disewa?

Pendekatan ini dikenal sebagai reduce before procure.


2. Gunakan Standar atau Sertifikasi Lingkungan

Beberapa contoh standar:

  • ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan)

  • Eco-label

  • Energy Star

  • FSC untuk produk kayu

Namun ingat — sertifikasi tidak boleh membatasi persaingan. Gunakan frasa seperti:

“atau standar setara”.


3. Fokus pada Kinerja, Bukan Merek

Contoh buruk:

“Laptop merek X dengan spesifikasi tertentu.”

Contoh baik:

“Laptop dengan konsumsi daya maksimal X watt dan material dapat didaur ulang.”

Pendekatan ini membuka peluang kompetisi sehat.


4. Masukkan Kriteria Efisiensi Energi

Produk hemat energi biasanya memberikan penghematan besar.

Contoh kategori:

  • Lampu LED

  • AC inverter

  • Server hemat listrik

  • Kendaraan listrik


5. Pertimbangkan Kemasan dan Logistik

Spesifikasi dapat mencakup:

  • Kemasan minim plastik

  • Kemasan dapat didaur ulang

  • Pengiriman dalam jumlah besar untuk mengurangi jejak karbon

Hal-hal kecil ini berdampak besar jika dilakukan secara massal.


6. Terapkan Evaluasi Berbasis Nilai

Jangan hanya mengejar harga terendah.

Gunakan pendekatan:

Value for Money + Environmental Value

Contoh matriks evaluasi:

Kriteria Bobot
Harga 40%
Kualitas 25%
Efisiensi Energi 20%
Dampak Lingkungan 15%

Contoh Kasus Nyata Implementasi Pengadaan Berkelanjutan

Salah satu contoh keberhasilan datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang memperkuat koordinasi serta kebijakan internal agar pengadaan berkelanjutan dapat diterapkan dengan baik.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa implementasi bukan hanya soal regulasi, tetapi juga komitmen organisasi.

Ilustrasi Kasus Praktis

Situasi:
Sebuah instansi hendak mengganti 1.000 unit lampu kantor.

Pilihan A: Lampu konvensional murah
Pilihan B: LED hemat energi

Walaupun LED lebih mahal di awal, simulasi menunjukkan:

Faktor Lampu Biasa LED
Umur pakai 1 tahun 5 tahun
Konsumsi listrik Tinggi Rendah
Biaya total 5 tahun Lebih mahal Lebih hemat

Kesimpulan: pengadaan hijau menghasilkan efisiensi jangka panjang.


Kesalahan Umum Saat Menyusun Spesifikasi Hijau

Hindari beberapa kesalahan berikut:

Terlalu Ambisius

Spesifikasi yang terlalu tinggi bisa membuat tender gagal.

Tidak Didukung Data

Gunakan referensi teknis.

Menyalin Spesifikasi Lama

Pengadaan hijau membutuhkan pembaruan.

Tidak Melibatkan Tim Teknis

Kolaborasi sangat penting.


Peran Strategis Bimtek dalam Transformasi Pengadaan

Bimtek bukan hanya pelatihan formal — tetapi investasi kompetensi.

Materi biasanya mencakup:

  • Regulasi terbaru

  • Penyusunan spesifikasi

  • evaluasi berbasis keberlanjutan

  • studi kasus

  • praktik langsung

Peserta biasanya terdiri dari:

  • PPK

  • Pokja Pemilihan

  • UKPBJ

  • Perencana

  • Auditor internal

Instansi yang rutin mengirimkan pegawai ke bimtek cenderung lebih siap menghadapi perubahan kebijakan.


Dampak Pengadaan Hijau bagi Instansi

Dampak Jangka Pendek

  • Pengadaan lebih berkualitas

  • Risiko hukum menurun

  • Perencanaan lebih matang

Dampak Jangka Panjang

  • Penghematan anggaran

  • Reputasi meningkat

  • Mendukung target pembangunan berkelanjutan

Pengadaan tidak lagi sekadar aktivitas administratif — tetapi alat transformasi organisasi.


Strategi Memulai Implementasi di Instansi

Jika instansi Anda baru akan memulai, lakukan langkah berikut:

Tahap 1 – Awareness

  • Sosialisasi internal

  • Pelatihan pegawai

Tahap 2 – Pilot Project

  • Mulai dari kategori sederhana seperti ATK atau lampu.

Tahap 3 – Integrasi

  • Masukkan ke SOP pengadaan.

Tahap 4 – Evaluasi

  • Ukur dampak finansial dan lingkungan.


Masa Depan Pengadaan Pemerintah: Lebih Hijau dan Lebih Cerdas

Tren global menunjukkan bahwa sustainable procurement akan menjadi standar baru.

Faktor pendorongnya:

  • Perubahan iklim

  • Tekanan publik

  • Efisiensi fiskal

  • Regulasi internasional

Instansi yang bergerak lebih awal akan memiliki keunggulan adaptasi.

Sebaliknya, yang terlambat akan menghadapi kurva belajar lebih curam.


FAQ

Apa yang dimaksud spesifikasi ramah lingkungan?

Spesifikasi yang mempertimbangkan dampak lingkungan produk sepanjang siklus hidupnya, termasuk efisiensi energi dan kemudahan daur ulang.

Apakah pengadaan hijau selalu lebih mahal?

Tidak. Banyak studi menunjukkan biaya awal mungkin lebih tinggi, tetapi total biaya jangka panjang lebih rendah.

Siapa yang perlu mengikuti bimtek pengadaan hijau?

PPK, Pokja, pejabat pengadaan, perencana, hingga pimpinan unit kerja.

Apakah pengadaan hijau sudah wajib?

Kebijakan pemerintah semakin mengarah ke sana, terutama setelah adanya pedoman resmi LKPP tentang pengadaan berkelanjutan.


Penutup

Pengadaan hijau bukan sekadar tren, melainkan arah baru tata kelola pengadaan pemerintah yang lebih bertanggung jawab. Kemampuan menyusun spesifikasi ramah lingkungan akan menjadi kompetensi inti bagi instansi modern.

Melalui bimtek yang tepat, instansi tidak hanya mampu memenuhi regulasi, tetapi juga menciptakan pengadaan yang efisien, transparan, dan berdampak positif bagi lingkungan.

Saatnya meningkatkan kompetensi tim Anda dan menjadi bagian dari transformasi pengadaan modern. Daftarkan instansi Anda sekarang dan ikuti Bimtek Pengadaan Hijau untuk mewujudkan pengadaan yang lebih strategis, efisien, dan berkelanjutan.

📞 Hubungi & Daftar Sekarang:
📱 WA/HP: 0818-0852-3567
☎️ Telp: (021) 345-4426
📧 Email: info@bimtekpskn.com




author-avatar

Tentang Bimtek PSKN

PT. PUSAT STUDI DAN KONSULTASI NASIONAL adalah Salah satu Perusahaan Bergerak di bidang Pengambangan SDM Dan Teknologi Informasi.