Materi Bimtek
Penganggaran Berbasis Kinerja pada BLUD Rumah Sakit
Rumah sakit daerah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dituntut untuk mampu memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, efisien, dan berorientasi pada hasil. Dalam konteks tersebut, penganggaran berbasis kinerja menjadi pendekatan strategis yang tidak hanya menekankan pada besaran anggaran, tetapi juga pada capaian kinerja yang dihasilkan dari penggunaan anggaran tersebut.
Penganggaran berbasis kinerja pada BLUD rumah sakit merupakan bagian integral dari penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). Pendekatan ini menuntut setiap rupiah anggaran yang dialokasikan dapat diukur kontribusinya terhadap peningkatan layanan, keselamatan pasien, dan kepuasan masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, prinsip, dan implementasi penganggaran berbasis kinerja sangat penting bagi manajemen rumah sakit BLUD.
Konsep Penganggaran Berbasis Kinerja
Penganggaran berbasis kinerja adalah sistem penganggaran yang mengaitkan antara input (anggaran), output (produk layanan), dan outcome (hasil atau dampak layanan). Dalam sistem ini, anggaran tidak lagi dipandang sebagai daftar belanja semata, melainkan sebagai instrumen untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
Karakteristik utama penganggaran berbasis kinerja meliputi:
-
Fokus pada hasil dan manfaat layanan
-
Adanya indikator kinerja yang terukur
-
Keterkaitan langsung antara anggaran dan target kinerja
-
Evaluasi berbasis capaian kinerja, bukan hanya serapan anggaran
Bagi BLUD rumah sakit, konsep ini sangat relevan karena sejalan dengan prinsip fleksibilitas pengelolaan keuangan yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Landasan Regulasi Penganggaran Berbasis Kinerja BLUD
Penerapan penganggaran berbasis kinerja pada BLUD rumah sakit tidak terlepas dari kerangka regulasi yang berlaku. Beberapa regulasi utama yang menjadi dasar antara lain:
-
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
-
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
-
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
-
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang BLUD
Regulasi tersebut menegaskan bahwa pengelolaan keuangan BLUD harus dilakukan secara efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab. Informasi resmi mengenai kebijakan BLUD dan pengelolaan keuangan daerah dapat diakses melalui https://www.kemendagri.go.id dengan anchor text Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Hubungan Penganggaran Berbasis Kinerja dengan RBA BLUD
Dalam BLUD rumah sakit, RBA merupakan dokumen utama yang memuat rencana pendapatan, belanja, dan kinerja. Penganggaran berbasis kinerja menjadi roh dari penyusunan RBA karena setiap program dan kegiatan harus memiliki indikator kinerja yang jelas.
Hubungan tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:
-
Program dan kegiatan dalam RBA disusun berdasarkan tujuan layanan
-
Anggaran dialokasikan sesuai target output dan outcome
-
Evaluasi RBA dilakukan dengan menilai capaian kinerja
Pendekatan ini memastikan bahwa RBA tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mencerminkan strategi peningkatan layanan kesehatan.
Prinsip Penganggaran Berbasis Kinerja pada BLUD Rumah Sakit
Agar penganggaran berbasis kinerja dapat diterapkan secara efektif, BLUD rumah sakit perlu berpegang pada beberapa prinsip utama, antara lain:
-
Efisiensi, yaitu penggunaan sumber daya secara optimal
-
Efektivitas, yaitu pencapaian target layanan sesuai rencana
-
Transparansi, yaitu keterbukaan dalam perencanaan dan pelaporan
-
Akuntabilitas, yaitu pertanggungjawaban atas hasil penggunaan anggaran
Prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan rumah sakit daerah.
Tahapan Penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja
Penerapan penganggaran berbasis kinerja pada BLUD rumah sakit dilakukan secara bertahap dan sistematis. Secara umum, tahapan yang perlu dilalui meliputi:
-
Penetapan visi, misi, dan tujuan layanan rumah sakit
-
Penjabaran tujuan ke dalam program dan kegiatan
-
Penentuan indikator kinerja utama dan indikator pendukung
-
Penyusunan anggaran berbasis kebutuhan kinerja
-
Monitoring dan evaluasi capaian kinerja
Setiap tahapan saling berkaitan dan membutuhkan koordinasi lintas unit kerja.
Peran Indikator Kinerja dalam Penganggaran
Indikator kinerja merupakan elemen kunci dalam penganggaran berbasis kinerja. Indikator ini berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai keberhasilan program dan kegiatan rumah sakit.
Indikator kinerja BLUD rumah sakit dapat berupa:
-
Indikator input, seperti jumlah tenaga medis atau alat kesehatan
-
Indikator output, seperti jumlah pasien terlayani
-
Indikator outcome, seperti tingkat kepuasan pasien
-
Indikator efisiensi, seperti biaya per layanan
Pemilihan indikator yang tepat akan memudahkan proses evaluasi dan pengambilan keputusan manajerial.
Contoh Tabel Penganggaran Berbasis Kinerja BLUD Rumah Sakit
| Program | Indikator Kinerja | Target | Anggaran | Output yang Diharapkan |
|---|---|---|---|---|
| Pelayanan Rawat Jalan | Jumlah kunjungan pasien | 120.000 pasien | Rp15.000.000.000 | Peningkatan akses layanan |
| Pelayanan Rawat Inap | BOR | 75% | Rp25.000.000.000 | Efisiensi penggunaan tempat tidur |
| Pelayanan Gawat Darurat | Response time | ≤ 5 menit | Rp10.000.000.000 | Keselamatan pasien |
| Penunjang Medis | Waktu tunggu pemeriksaan | ≤ 1 hari | Rp8.000.000.000 | Kepuasan pasien |
Tabel ini menunjukkan keterkaitan langsung antara anggaran, indikator, dan target kinerja.
Manfaat Penganggaran Berbasis Kinerja bagi BLUD Rumah Sakit
Penerapan penganggaran berbasis kinerja memberikan berbagai manfaat strategis bagi BLUD rumah sakit, antara lain:
-
Meningkatkan kualitas perencanaan anggaran
-
Memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan
-
Mendorong efisiensi dan efektivitas layanan
-
Memudahkan evaluasi kinerja rumah sakit
Manfaat tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Tantangan Implementasi Penganggaran Berbasis Kinerja
Meskipun memiliki banyak manfaat, implementasi penganggaran berbasis kinerja pada BLUD rumah sakit juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:
-
Keterbatasan data kinerja yang akurat
-
Kurangnya pemahaman SDM tentang konsep kinerja
-
Resistensi terhadap perubahan sistem penganggaran
-
Keterbatasan sistem informasi manajemen
Mengatasi tantangan ini memerlukan komitmen pimpinan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Strategi Penguatan Penganggaran Berbasis Kinerja
Untuk mengoptimalkan penerapan penganggaran berbasis kinerja, BLUD rumah sakit dapat melakukan beberapa strategi berikut:
-
Meningkatkan kualitas perencanaan dan data kinerja
-
Mengintegrasikan sistem informasi keuangan dan layanan
-
Melakukan pelatihan berkelanjutan bagi SDM
-
Memperkuat monitoring dan evaluasi berbasis indikator
Strategi ini akan membantu rumah sakit mencapai keseimbangan antara fleksibilitas keuangan dan akuntabilitas publik.
Integrasi dengan Kebijakan Pemerintah Daerah
Penganggaran berbasis kinerja BLUD rumah sakit harus selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam hal prioritas pembangunan kesehatan. Sinkronisasi ini penting agar RBA BLUD dapat diterima dan disahkan tanpa kendala dalam proses pembahasan dengan TAPD.
Pemahaman menyeluruh mengenai penyusunan RBA dapat diperdalam melalui artikel pilar Bimtek Penyusunan Rencana Bisnis Anggaran BLUD Rumah Sakit Tahun 2026 yang membahas praktik terbaik, regulasi, dan studi kasus implementasi RBA BLUD.
Peran Pimpinan dan Manajemen Rumah Sakit
Keberhasilan penganggaran berbasis kinerja sangat ditentukan oleh peran pimpinan dan manajemen rumah sakit. Pimpinan berfungsi sebagai pengarah kebijakan, sedangkan manajemen bertanggung jawab dalam implementasi teknis dan pengendalian kinerja.
Kolaborasi yang kuat antara pimpinan, unit pelayanan, dan unit keuangan akan menghasilkan sistem penganggaran yang berorientasi pada hasil dan berkelanjutan.
FAQ
Apa yang dimaksud penganggaran berbasis kinerja pada BLUD rumah sakit?
Penganggaran berbasis kinerja adalah sistem penganggaran yang mengaitkan alokasi anggaran dengan target dan capaian kinerja layanan rumah sakit.
Mengapa penganggaran berbasis kinerja penting bagi BLUD?
Karena BLUD dituntut untuk fleksibel sekaligus akuntabel, sehingga anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan layanan.
Apa perbedaan penganggaran tradisional dan berbasis kinerja?
Penganggaran tradisional berfokus pada input, sedangkan penganggaran berbasis kinerja berfokus pada output dan outcome.
Siapa yang bertanggung jawab atas penerapan penganggaran berbasis kinerja?
Seluruh unsur manajemen BLUD, dengan koordinasi pimpinan rumah sakit dan dukungan pemerintah daerah.
Penutup
Penganggaran berbasis kinerja pada BLUD rumah sakit merupakan pendekatan strategis untuk memastikan bahwa setiap alokasi anggaran memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan. Dengan perencanaan yang matang, indikator kinerja yang jelas, serta evaluasi yang berkelanjutan, BLUD rumah sakit dapat mewujudkan pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.
